Tami Ahda Syahida

Hari Ini Dua Tahun Lalu, 19 Januari (30HBC2119)


Hari ini, dua tahun lalu, untuk pertama kalinya aku melakukan perjalanan ke tanah suci.
Hari ini, dua tahun lalu, aku merasa tidak percaya dengan apa yang aku alami.
Hari ini, dua tahun lalu, aku merasa rahmatNya begitu dekat.
Hari ini, dua tahun lalu, aku rindu hari-hari itu.

Kebiasaan Habis Asar di Tempat Kerja (30HBC2118)


Aku habis telepon Ibuk. Aku meminta bantuan beliau untuk mengeluarkan geblek (makanan khas kulon progo) yang ada di freezer. Lalu Ibuk malah menawarkan untuk memasakkan aku sop untuk buka puasa. Aku bilang padanya tidak usah saja. Biar nanti aku memasak sendiri. Maghrib pukul 6. Biasa sampe rumah jam setengah 6. Sangat cukup untuk memasak.


Lalu aku duduk disini. Kebiasaanku setelah asar di tempat kerja. Tempatnya enak asal tak banyak orang. Aku duduk disini biasa untuk berzikir sore. 


Sebelumnya, aku merasa hatiku keras, angkuh, dan kotor. Sangat keras. Sangat angkuh. Sangat kotor. Rasanya tidak enak.


Maka dari itu, selain membaca arabnya, kali ini aku membaca artinya. Biar lebih ngena maknanya dan merasakan manfaatnya. 


You know what, aku pun tersenyum lega. Semua dinding keangkuhanku dan kerasnya hatiku rasanya runtuh. I feel better. 


Dan tiba-tiba aku merasa amat bersyukur tentang Ibukku. Aku amat bersyukur karena aku masih punya Ibuk yang selalu ada di sampingku.



Bekerjalah Seperti Kamu Sedang Menanam Tanaman (30HBC2116)

 



Foto di atas adalah buku yang aku edit di tempat kerjaku. Entah mengapa, aku merasa dihargai dan disupport dengan foto itu. Padahal mungkin aja yang foto itu asal pick up the book aja trus difoto, ga ada niatan buat ambil sampel yang paling bagus misalnya. 


Perasaan merasa dihargai itu membawaku mengingat tentang proses pengeditan itu buku. Bersyukur dapat tim yang ga banyak ngeluh dan pekerja keras. 



Dan satu lagi! Perasaan merasa dihargai itu juga membawaku pada suatu ide. Aku inget banget pas ngerjain itu buku, aku amat enjoy. No sambat-sambat club. Besok lagi, kalau pas kerja, aku mau kayak gitu lagi.


Aku mau kayak nanam taneman. Aku mau menyiraminya dengan energi positif, dan kata-kata yang baik. Tentunya, selalu dibisikin dengan surara-suara kesabaran yang banyak. Mereka yang disiram dengan good things, bakal result good things too.